Beberapa Game Epic yang Memanfaatkan Gaya Visual Realistis

Beberapa Game Epic yang Memanfaatkan Gaya Visual Realistis

Beberapa Game Epic yang Memanfaatkan Gaya Visual Realistis – Salah satu hal yang paling mengesankan tentang game adalah seberapa jauh mereka berkembang secara teknologi hanya dalam beberapa dekade yang singkat. Ada suatu masa ketika beberapa piksel yang berkedip di layar merupakan teknologi mutakhir, dan sekarang kami memiliki game yang sangat fotorealistik sehingga kami dapat melihat setiap pori-pori kotor di wajah karakter pemain kami.

Grafik makin menjadi elemen yang penting dalam sebuah game. Hal ini disebabkan karena visual merupakan nilai jual sebuah game yang kadang menjadi pertimbangan gamer sebelum mereka merogoh kocek. Maka dari itu, tidak heran konsol terus berkembang untuk memenuhi tuntutan tersebut, diikuti dengan studio AAA seperti Naughty Dog yang menyesuaikan.

Tentunya, tidak semua developer ingin menggunakan visual ‘realistis’. Mereka ingin lebih kreatif dan menggunakan gaya visualnya sendiri agar menonjol di tengah banyaknya game yang ada di pasaran. Bukan realistis, beberapa developer benar-benar menggunakan kehidupan nyata sebagai ‘grafik’ game, yang mengingatkan pada film interaktif Black Mirror: Bandersnatch.

1. Her Story
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Her Story menceritakan seorang perempuan yang diwawancarai sebanyak tujuh kali terkait suaminya yang tiba-tiba hilang. Tugas kamu adalah menonton wawancara itu, menelusuri database dengan penggunaan kata kunci, dan memecahkan misteri tentang perempuan ini.

Pertama rilis pada tahun 2015, game garapan Sam Barlow ini telah memenangkan puluhan penghargaan. Kalau kamu menyukai genre true crime dan sering menonton dokumenter terkait hal itu di Netflix atau video oleh JCS – Psychology, kamu perlu mencoba Her Story. Game ini tersedia di PC, iOS, dan Android.

Apakah kamu siap menjadikan Her Story sebagai Your Story?

2. Not For Broadcast
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Pernah bermimpi untuk bekerja di newsroom sebuah kanal televisi? Not For Broadcast menawarkan pengalaman tersebut!

Well, newsroom ini lebih ekstrem dibandingkan newsroom pada umumnya sih. Sebab, sebagai anggota kru National Nightly News, kamu mendapatkan tugas untuk melihat skandal politik terbaru dan kebangkitan pemerintahan radikal, kemudian menentukan apa yang layak ditayangkan di televisi dan apa yang tidak layak.

Artinya, kamu memiliki kemampuan untuk membingkai berita sesuka hati kamu. Pertanyaannya, apakah kamu akan menyensor berita demi imbalan, atau mengungkapkan kebenaran dan menerima konsekuensinya? You decide.

Not For Broadcast tersedia di PC.

3. Death Come True
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Tidak hanya developer dari negara Barat saja, pengembang dari Jepang pun ikut mengadopsi gaya video full motion untuk game-nya. Lebih kerennya lagi, game ini dibuat oleh Kazutaka Kodaka dengan tim Too Kyo Games, Esquadra, dan penerbit, IzanagiGames. That’s right, Kazutaka Kodaka adalah otak di balik seri Danganronpa, salah satu visual novel yang populer.

Death Come True menceritakan seorang pria yang kehilangan ingatannya di sebuah hotel. Anehnya, setelah menelusuri hotel tersebut, ia menemukan seorang perempuan yang terikat tali dan tidak sadar diri. Saat ia menonton berita di televisi, ternyata ia diduga sebagai pembunuh berantai. Nantinya, pilihanmu akan menentukan nasib pria ini.

Sedikit trivia, kalau kamu penggemar anime, mungkin kamu dapat menebak identitas tokoh dengan pakaian berwarna biru pada gambar di atas. Yup, ia adalah Yuki Kaji, pengisi suara yang terkenal!

Kamu dapat memainkan Death Come True di PC, Android, iOS, Nintendo Switch, dan PlayStation 4.

4. Late Shift
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Salah satu penulis skenario dan cerita film Sherlock Holmes tahun 2009, Michael Robert Johnson kembali lagi dengan game berjudul Late Shift. Game buatan CtrlMovie yang rilis tahun 2017 ini memiliki genre crime thriller.

Kamu mengikuti cerita Matt Thompson, mahasiswa yang bekerja sebagai petugas parkir. Namun, hal ini berubah ketika ia dipaksa untuk membantu perampok bersenjata yang berusaha mencuri harta dari rumah pelelangan. Seperti Death Come True, pilihanmu akan menentukan nasib tokoh game ini. Ketika membuat pilihan, game Late Shift  tidak berhenti sehingga kamu harus berpikir secara kritis dan cepat.

Late Shift dapat kamu nikmati di PC, PlayStation 4, Xbox One, dan Nintendo Switch.

5. Erica
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Genre misteri dan thriller semakin diramaikan oleh game besutan Flavourworks ini. Erica mengisahkan Erica Manson, seorang perempuan yang bergulat dengan mimpi buruk dari masa kecilnya dan sedang berusaha mengungkap kebenaran masa lalu okultisme keluarganya. Dengan adanya petunjuk baru, kamu punya kewajiban untuk mencari tahu kebenaran yang semestinya.

Pilihan kamu sangat penting karena dapat memengaruhi jalan cerita dan juga ending. Kamu juga bisa menentukan arah hubungan Erica dengan tokoh lain melalui percakapan.

Erica tersedia di PC, PlayStation 4, dan iOS.

6. 428: Shibuya Scramble
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Satu penculikan, lima cerita yang berhubungan. Seorang detektif, jurnalis, mantan ketua geng, kepala peneliti, dan maskot paruh waktu, semua punya peran penting dalam menghadapi ancaman. Itulah 428: Shibuya Scramble, game yang menuai banyak pujian.

Sulitnya, pilihan yang sederhana dari salah satu tokoh dapat memiliki konsekuensi yang berat untuk tokoh lainnya. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan pilihan, apalagi mengingat game ini punya lebih dari lima puluh ending.

Durasinya memang cukup panjang. Akan tetapi, kualitasnya tetap konsisten. Buktinya, majalah game terbesar di Jepang, Famitsu Weekly, memberikan skor yang sempurna untuk 428: Shibuya Scramble.

Visual novel ini dapat dimainkan di Wii, PlayStation 3, PlayStation Portable, iOS, Android, PlayStation 4, dan PC. Banyak juga, ya!

7. Contradiction – Spot The Liar!
Gak Cuma Realistis, 7 Game Ini Punya 'Grafik' Nyata

Seperti namanya, Contradiction – Spot The Liar! mengharuskan kamu untuk mewawancarai tokoh-tokoh dalam game, mencari kontradiksi, dan pada akhirnya menentukan siapa tokoh yang ternyata berbohong.

Sebagai detektif bernama Frederick Jenks, kamu melakukan investigasi mengenai kematian Kate Vine. Namun, lebih dari kematian itu, ada plot yang jauh lebih besar terkait kota yang menjadi tempat kematian Kate.

Menurut Baggy Cat selaku pengembang game, Contradiction lebih cocok dimainkan di layar televisi oleh beberapa orang. Dengan demikian, kamu tidak mencari kebohongan secara mandiri, tetapi dibantu teman atau keluarga.

Contradiction – Spot The Liar!  tersedia di PC dan iOS.

Bagaimana, menarik bukan? Ternyata ada sejumlah game yang menggunakan realitas sebagai ‘grafik’. Kalau kamu tahu game dengan grafik serupa yang lebih ciamik, jangan segan-segan untuk bagikan di kolom komentar, ya!

Dengar, aku tidak akan pernah mengurangi kerja keras yang telah dilakukan orang untuk mewujudkannya, tetapi pada saat yang sama, saya tidak berpikir itu semua yang diperlukan. Untuk satu hal, hiper-realistis game tidak menua dengan sangat baik.

Sesuatu yang kita pikir terlihat nyata dalam satu tahun akan tampak usang di tahun berikutnya karena teknologi yang terus meningkat. Ingat, ada suatu masa ketika orang mengira game Metal Gear Solid pertama adalah hal paling realistis yang pernah mereka lihat. Jika seorang pengembang ingin menggunakan gaya yang lebih membumi, saya pikir itu bekerja lebih baik untuk bersandar sedikit ke dalam beberapa gaya.