Volcano Force Rilis Game Berjudul LOST in Blue Versi Global

Volcano Force Rilis Game Berjudul LOST in Blue Versi Global

Volcano Force Rilis Game Berjudul LOST in Blue Versi GlobalLost in Blue adalah gim video bergaya kotak pasir untuksistem genggamNintendo DS , dan merupakan kelanjutan dariseri Konami’s Survival Kids . Lost in Blue  mengikuti dua remaja muda, Keith dan Skye, yang berjuang untuk bertahan hidup di sebuah pulau terpencil.

Pemain harus belajar menggunakan sumber daya alam pulau untuk membuat rumah sementara yang jauh dari rumah. Sekuelnya, Lost in Blue 2 , dirilis dua tahun kemudian. Angsuran ketiga dari seri, Lost in Blue 3 , dirilis pada 20 Desember 2007 di Jepang. Pada 26 Juli 2021, Volcano Force telah merilis sebuah game yang cukup apik berjudul LOST in Blue versi global.

Game ini bisa diunduh dan dipasang pada HP milikmu dengan catatan bahwa sistem operasi yang kamu gunakan adalah Android yang cukup baru. Secara umum, game berukuran tak sampai 1 GB ini telah mendapatkan penilaian positif dari banyak pemain.

1. Bobot cerita yang cukup sederhana
[REVIEW] LOST in Blue (Global)—Jadilah Penyintas yang Kreatif

Bisa dikatakan bahwa bobot cerita dalam LOST in Blue termasuk sederhana. Namun, makna sederhana di sini bukan merujuk pada kualitas karya yang ala kadarnya saja. Lebih dari itu, Volcano Force bisa meramu plot yang simpel menjadi sesuatu yang kompleks dan cukup mengasyikkan untuk dimainkan. Makin dalam kamu memainkannya, makin banyak juga misi yang wajib kamu selesaikan.

Pada awalnya, diceritakan bahwa kamu menjadi salah satu penyintas dari sebuah kecelakaan pesawat yang jatuh di pulau aneh. Nah, sejak itulah kamu dan penyintas-penyintas lainnya harus bertahan hidup di pulau tersebut. Tidak hanya bertahan dari ganasnya alam liar, pemain juga harus bertahan hidup di tengah ganasnya makhluk-makhluk aneh, seperti zombi dan mutan.

Bagi penulis sendiri, jalan cerita seperti ini memang terasa sangat identik dengan banyak game survival lainnya. Mengumpulkan sumber daya, membangun markas, dan mencari komunitas merupakan deretan elemen yang akan kamu jalankan sebagai seorang penyintas.

2. Kerja sama dan kreativitas dapat meningkatkan peluangmu untuk selamat
[REVIEW] LOST in Blue (Global)—Jadilah Penyintas yang Kreatif

Selain seru, LOST in Blue rupanya punya segudang fitur dan mekanisme permainan yang bisa kamu jalankan untuk menjadi penyintas di pulau aneh. Pada dasarnya, game multiplayer ini memiliki persamaan dengan game sejenis lainnya. Misalnya, kamu tetap akan dituntut untuk bekerja sama dengan pemain-pemain lainnya dari seluruh dunia dan bahu-membahu dalam menghadapi segerombolan zombi dan mutan.

Tentu kamu juga diwajibkan untuk mengumpulkan sumber daya yang ada. Tak lupa markas juga wajib kamu buat dan pertahankan supaya aman dari serangan musuh. Kreativitas dalam membuat atau menciptakan senjata dan mekanisme pertahanan diri sangat menentukan peluangmu untuk dapat selamat di tengah ganasnya alam yang berisi berbagai makhluk aneh.

Oh, ya, bukan sekadar bergerak dari satu titik ke titik lain, game ini justru punya misi-misi yang berbobot untuk diikuti oleh gamer. Hampir semua misi bisa dikatakan bukan misi yang sederhana. Pasalnya, ada berbagai macam rintangan yang akan kamu hadapi, seperti bencana yang bersifat alami hingga monster-monster yang cukup sulit untuk dilumpuhkan seorang diri.

Itu sebabnya, menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan NPC sangatlah dianjurkan. Sistem kontrol di HP Android juga mudah untuk diadaptasi. Ingin bermain menggunakan laptop pun oke. Yup, kamu bisa menggunakan emulator Android terpercaya yang bisa kamu dapatkan di internet.

3. Tampilan visualnya juga gak bisa diremehkan
[REVIEW] LOST in Blue (Global)—Jadilah Penyintas yang Kreatif

Kamu bisa mengunduh dan memasang game ini di HP Android milikmu. Ukurannya yang hanya berkisar 600 MB tidak meniadakan fakta bahwa kualitas grafisnya cukup memanjakan mata bagi sekelas game Android. Jika penasaran dengan grafis dan belum ingin mengunduhnya, kamu bisa lebih dulu melihat beberapa grafis LOST in Blue yang ditampilkan di YouTube, Uptodown, dan Google Play.

Lingkungan dan alam bisa digambarkan dengan cukup detail meskipun masih ada beberapa bagian yang agak kabur. Bahkan, jenis-jenis monster pun cukup bervariasi dan gak akan membuatmu bosan. Warna-warna cerah akan menghiasi indahnya pulau misterius yang akan kamu jelajahi. Namun, dengan cepat, aura bisa berubah drastis manakala segerombolan makhluk mutan datang silih berganti.

Secara umum, LOST in Blue bisa dikategorikan game Android bertema survival dengan grafis yang enak dipandang. Desain visual dari alam, karakter, dan monster telah berhasil ditampilkan dalam balutan warna yang kaya, tetapi tak terkesan lebai. Well, salut untuk Volcano Force yang bisa merangkum semuanya dalam sebuah file yang cukup ringan.

4. Audio terkesan sepi dan kurang impresif
[REVIEW] LOST in Blue (Global)—Jadilah Penyintas yang Kreatif

Meskipun tampil dengan grafis dan gameplay yang patut diacungi jempol, kualitas audionya justru terdengar sepi dan tidak impresif. Ya, bagi penulis, suara-suara yang terdengar di sepanjang permainan masih belum bisa meninggalkan kesan mendalam bagi gamer. Pengembang sepertinya memang fokus pada audio dasar dan tidak dengan sistem musikalnya.

Namun, di satu sisi, kita akan merasakan betapa sunyi dan sepinya kondisi pulau yang kita jelajahi. Raungan dan suara monster kadang tidak terdengar cukup menakutkan dan tentunya tidak ada suara percakapan antara karakter yang kita mainkan dengan NPC yang ada. Apakah ini menjadi sebuah kekurangan? Silakan mainkan dan putuskan sendiri, ya.

Terlepas dari itu semua, sebetulnya audio indie yang digarap oleh developer juga tidak bisa dikatakan buruk. Mungkin kualitasnya akan terdengar lebih baik saat kamu memainkan LOST in Blue dengan memakai headset. Nah, penulis sendiri sebetulnya bisa menikmati permainan ini meskipun audio yang terdengar tidak impresif layaknya banyak game zombi lainnya.

5. Bisa menonjol di tengah banyak game survival lainnya
[REVIEW] LOST in Blue (Global)—Jadilah Penyintas yang Kreatif

Dengan segala kelebihannya, LOST in Blue sudah cukup memenuhi ekspektasi bagi penulis. Plot cerita yang simpel bisa dieksekusi melalui sebuah gameplay dalam balutan grafis kekinian yang cukup memanjakan mata. Kualitas audio yang terkesan sepi dan kurang impresif mungkin menjadi satu-satunya kekurangan yang bisa menjegal game ini.

Namun, secara keseluruhan, karya dari Volcano Force ini bisa tampil menonjol jika disandingkan dengan banyak game berjenis survival lainnya. Kamu bisa merasakan intensnya kreativitas dan kerja sama antarkarakter sebagai jalan yang akan meningkatkan peluang gamer untuk selamat.

So, penulis memberikan skor 4/5 untuk LOST in Blue. Di tengah masifnya persaingan developer game Android dalam membuat game-game bertema sama, Lost in Blue mampu tampil berbeda, bahkan lebih kompleks. Jadi, kalau penasaran dengan game yang satu ini, segera saja unduh dan mainkan di HP milikmu.

Gameplay Lost in Blue memanfaatkan fitur layar sentuh dan mikrofon sistem secara ekstensif . Dalam urutan membangun api, pemain harus bergantian menekan tombol L dan R untuk membangun gesekan yang cukup pada kayu, dan kemudian meniup ke mikrofon DS agar berhasil menyalakan api.

Jika pemain kemudian mendapatkan pembuat api dengan busur, dia dapat menekan L atau R dan itu akan terisi secara otomatis, memungkinkan pemain untuk meniup mikrofon dan menyelesaikan api. Antarmuka layar sentuh digunakan untuk menavigasi menu, dan pulau dapat dijelajahi dan berinteraksi dengan menggunakan layar sentuh atau tombol kontrol standar.