Daftar Map Game FPS yang Paling Banyak Dipilih Para Gamers

Daftar Map Game FPS yang Paling Banyak Dipilih Para Gamers

Daftar Map Game FPS yang Paling Banyak Dipilih Para Gamers – Tembak-menembak orang-pertama (First-person shooter, FPS) adalah genre permainan video yang berpusat pada senjata dan pertarungan berbasis senjata lainnya dalam perspektif orang pertama; artinya, pemain mengalami aksi melalui sudut pandang protagonis. Genre ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan permainan penembak lainnya, yang pada gilirannya membuatnya termasuk dalam permainan aksi tajuk.

Desain level menjadi salah satu aspek yang penting dalam game. Kalau terlalu monoton, besar kemungkinan para gamer tidak akan menikmati permainan di map tersebut. Nah, kalau bicara soal game FPS yang kompetitif, desain map menjadi lebih relevan karena harus dipadukan dengan keseimbangan. Setiap tim harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam sebuah map.

Meskipun begitu, tidak selamanya map terasa seimbang. Akan tetapi, map tersebut tetap menjadi ‘langganan’ bagi para gamer karena dianggap seru. Alhasil, map itu menjadi ikonik dan mengundang rasa nostalgia bahkan sampai sekarang.

1. Hijacked
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

Oke, Nuketown memang sangat ikonik. Namun, Nuketown bukan satu-satunya map yang populer di Call of Duty. Ada Hijacked yang menjadi contoh map Call of Duty yang juga memorable tetapi cukup underrated.

Hijacked adalah map yang pertama kali hadir di Call of Duty: Black Ops II. Mengambil tempat di superyacht besar, map ini justru mendorong setiap gamer untuk bertarung secara dekat. Desain level yang sempit memungkinkan kamu untuk menggunakan melee ketika menyerang musuh.

Dijamin deh, kamu tidak akan bisa berdiam diri dalam satu tempat. Gameplay yang fast-paced membuat kamu dan gamer lain selalu mondar-mandir mencari musuh.

2. Black Widow
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

CrossFire dan Point Blank dapat dikatakan menjadi game sejuta umat bagi orang Indonesia. Dalam konteks CrossFire, terdapat berbagai map yang menjadi favorit para gamer, seperti Laboratory dalam Ghost Mode, Nano Port dalam Mutation Mode, dan yang paling ikonik, Black Widow dalam Search & Destroy.

Bagi kamu yang belum tahu, map ini sangat terinspirasi oleh Dust 2 dari Counter-Strike: Global Offensive. Terdapat banyak kemiripan antara keduanya, seperti bombsite A dan B. Sama seperti Dust 2 yang menjadi salah satu map terpopuler di Counter-Strike: Global OffensiveBlack Widow pun menjadi map pilihan bagi gamer CrossFire.

3. Dust 2
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

“Rush B, no stop!” 

Apakah kamu pernah mengalami momen kocak seperti ini di Dust 2? Biasanya, hal ini terjadi ketika tim kamu tidak memiliki uang yang cukup di Counter-Strike: Global Offensive. Oleh karena itu, kamu hanya membeli pistol yang murah seperti P250 dan Tec-9 kemudian berlari ke bombsite B. Lucunya, orang yang maju terlebih dahulu akan panik ketika terpapar sinar Flashbang. Akhirnya, rush tersebut gagal total dan tim kamu mengalami kekalahan.

Momen ini menjadi salah satu alasan mengapa Dust 2 sangat berkesan. Hal ini ditambah pula dengan sejarah Dust 2 yang panjang. Map penerus Dust ini masih digemari oleh gamer dan sering digunakan untuk turnamen berskala besar.

4. Blood Gulch
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

Sepintas, Blood Gulch terlihat amat sederhana. Terdapat dua bangunan yang berjauhan diiringi dengan lingkungan yang kosong. Hanya ada bebatuan dan pepohonan yang memisahkan tim kamu dan tim musuh. Meskipun tidak kompleks, map ini menjadi sangat ikonik.

Di map yang pertama kali muncul di Halo: Combat Evolved, Sniper Rifle menjadi senjata yang cocok dalam medan perang yang luas. Kamu juga bisa menaiki kendaraan Warthog untuk datang langsung ke markas musuh dan mencuri bendera mereka dalam mode Capture the Flag (CTF). Jadi, map sederhana pun dapat menawarkan pengalaman yang epik!

5. Facing Worlds
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

Sama seperti Blood Gulch, kamu harus turun tangan dan memasuki markas musuh apabila ingin mengejutkan musuh dan mencuri bendera. Namun, hal ini tidak mudah. Desain Facing Worlds yang simpel justru akan membuat pembawaan bendera dari markas musuh ke markas kamu menjadi sulit.

Untuk menghadapi masalah itu, kamu bisa mengalahkan musuh sebanyak-banyaknya atau menyusup dan menaklukkan Sniper musuh. Keseruan ini menjadi salah satu penyebab map game Unreal Tournament tersebut dikatakan ikonik.

6. 2fort
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

2fort adalah map Capture the Flag yang ketiga dalam list ini setelah Blood Gulch dan Facing WorldsMap Team Fortress 2 ini juga simpel tetapi disukai banyak gamer.

Gara-gara desain map ini, kamu bisa menghabiskan waktu lebih dari satu jam dalam satu match. Sebab, setiap tim dapat mempertahankan markasnya dengan mudah. Jika ingin menang dengan cepat, kerja sama yang baik merupakan suatu kewajiban.

Kepopuleran map 2fort sempat menuai kritik dari pemain Team Fortress 2. Pasalnya, mereka tidak dapat mencoba map lain karena 2fort selalu memenangkan sesi voting di akhir match. Mereka pun tidak dapat menikmati 2fort karena permainan dalam map itu tidak kunjung berakhir.

7. Burning Hall
7 Map Game FPS Ini Ikonik dan Memorable, Kamu Setuju?

Siapa yang tidak kenal Burning Hall dari game Point Blank? Burning Hall menjadi salah satu map Point Blank yang terkenal selain Luxville dan Crackdown.

Map Deathmatch yang penuh dengan lemari buku ini tidak luas. Oleh karena itu, kamu akan selalu berhadapan dengan musuh baik secara dekat maupun jauh.

Kalau berani, kamu dapat mendatangi markas musuh dan langsung melakukan serangan setelah mereka respawn. Waktunya kamu menjadi one man army!

Genre penembak orang pertama telah ditelusuri sejauh ini Wolfenstein 3D, yang telah dikreditkan dengan menciptakan arketipe dasar genre yang menjadi dasar judul-judul berikutnya. Salah satu judul tersebut, dan nenek moyang penerimaan dan popularitas arus utama yang lebih luas dari genre tersebut, adalah Doom, salah satu permainan paling berpengaruh dalam genre ini; selama beberapa tahun, istilah Doom clone digunakan untuk menunjuk genre ini karena pengaruh Doom.

Corridor shooter adalah nama umum lain untuk genre ini di tahun-tahun awalnya, karena keterbatasan pemrosesan perangkat keras era tersebut berarti bahwa sebagian besar aksi dalam permainan harus dilakukan di area tertutup, seperti di ruang sempit seperti koridor dan terowongan.