Dua Bocah Alami Gangguan Mental Karena Kecanduan Game Online

Dua Bocah Alami Gangguan Mental Karena Kecanduan Game Online

Dua Bocah Alami Gangguan Mental Karena Kecanduan Game Online – Permainan Daring adalah jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan komputer. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, dua anak berstatus pelajar tingkat SMP di Kota Cimahi, Jawa Barat mengalami gangguan mental akibat kecanduan bermain game online. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, dua anak itu masih duduk di kelas VII SMP.

Mereka terpaksa harus Download Club388 APK putus sekolah demi menjalani perawatan dan pemulihan dalam rentan waktu satu tahun ke depan. “Ada 2 siswa kelas 7 SMP di Kota Cimahi berhenti sekolah sementara selama satu tahun ke depan, karena harus menjalani perawatan dan pemulihan akibat kecanduan game online,” ungkap Retno.

1. Diketahui oleh guru karena tidak muncul saat PJJ

Menurut Retno, temuan soal dua siswa SMP di Kota Cimahi yang kecanduan game online dan harus menjalani pemulihan mental, diperoleh dari pihak sekolah. Guru baru mengetahuinya setelah siswa tersebut tidak muncul di beberapa kali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekolah malah yang tahu lebih dulu karena anaknya gak ikut PJJ,” kata Retno.

2. Pola tidur anak berantakan

Dua anak SMP ini mengalami perubahan pola tidur sejak kecanduan game online. Sehari-hari mereka tidak lepas dari gawai berisi game yang mereka mainkan. Saat PJJ berlangsung, sering kali kedua siswa ini tidak mengikuti proses pembelajaran.

“Dia main game sampai subuh. Setelah subuh baru tidur, jadi saat PJJ dia malah tidur,” sebut Retno.

3. Sedang menjalani rawat jalan, terapi ke psikiater

Saat ini, lanjut Retno, kedua anak yang mengalami adiksi game online tersebut tengah menjalani rawat jalan untuk pemulihan mental. Dua siswa SMP itu terpaksa harus putus sekolah demi pemulihan mental.

“Sekarang sedang rawat jalan, terapi dengan psikiater. Proses penyembuhannya lama kalau sudah kecanduan,” papar Retno.

4. Lemahnya pengawasan orang tua jadi pintu gerbang kecanduan

Retno tidak memungkiri jika kemajuan teknologi mengharuskan umat manusia beradaptasi dengan dunia digital. Namun, pembatasan penggunaan gawai pada anak juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecanduan.

Menurut Retno, lemahnya pengawasan orang tua menjadi pintu masuk anak kecanduan game online, bahkan pornografi. Para orang tua juga jarang membuat aturan main dengan anaknya dalam penggunaan gawai, sehingga anak menggunakan gawainya sepuas mereka tanpa batasan.

“Saat orang tua tidur, anak main game online sampai pagi. Kemudian saat keduanya (orang tua) bekerja, anaknya tidak terpantau ikut PJJ atau tidak. Sekolah malah yang tahu lebih dulu,” tutur dia.