Fakta Game Tetris Dapat Menjadi Terapi Gangguan Kesehatan

Fakta Game Tetris Dapat Menjadi Terapi Gangguan Kesehatan

Fakta Game Tetris Dapat Menjadi Terapi Gangguan Kesehatan – Tetris (Тетрис) adalah teka-teki yang didesain dan diprogram oleh Alexey Pajitnov  pada 1984, pada saat ia bekerja di Pusat Komputer Dorodnicyn di Akademi Sains Uni Soviet di Moskow. Namanya berasal dari awalan numerik Yunani  tetra yang bermakna bangun dengan empat bagian.

Walaupun Tetris muncul kebanyakan pada komputer rumahan, permainan ini lebih sukses pada versi Gameboy yang dirilis pada 1989 yang membuatnya sebagai permainan paling populer sepanjang masa. Pada berita Electronic Gaming Monthly ke-100, Tetris berada pada urutan pertama pada “Permainan Terbaik Sepanjang Masa”.

Pada tahun 2007, Tetris Live22 Slot berada di urutan kedua pada “100 Permainan Terbaik Sepanjang Masa” menurut IGN. Tetris adalah video game yang bisa terbilang relatif dasar. Tujuannya adalah untuk mengatur balok jatuh sehingga mereka bisa ngepas satu sama lain dalam baris horizontal. Ketika sebuah garis sempurna terbentuk tanpa jarak sama sekali, baris tersebut akan hilang.

Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Itu akan membuat ruang makin luas untuk bermain lebih puas dan skor yang lebih tinggi. Para ilmuwan mengatakan bahwa keseruan Tetris sederhananya dapat membuatnya menjadi alat terapi yang kuat.

Kombinasi warna, bentuk serta gerakan pada Tetris lah yang membuatnya bisa jadi alat terapi yang baik.
Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Profesor Emily Holmes, seorang ahli psikologi di University of Karonlinska, telah menghabiskan bertahun-tahun mendalami keuntungan medis dari game itu. Menurutnya, permainan yang merupakan kombinasi dari warna, bentuk dasar dan pergerakan itulah yang bisa terserap dengan baik ke dalam memori.

Game lain juga diteliti seperti quiz game atau teka-teki hitungan ternyata gak bekerja dengan baik sebagai terapi. Kebanyakan orang yang pernah bermain mengatakan bahwa mereka gak bisa menyingkirkan penggambaran balok jatuh dari pikiran mereka ketika dipicu untuk mengingatnya.

Tetris dapat menjadi terapi untuk orang dengan gangguan post-traumatis.
Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Profesor Holmes telah mempublikasi sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa terapi Tetris bisa mengurangi dampak psikologis dari kejadian traumatis.

Timnya bersama University of Oxford membuat pasien mengingat secara visual detail kecelakaan mereka sambil bermain Tetris. Ternyata lama-kelamaan memori kecelakaan tersebut menghilang dan berganti menjadi Tetris.

Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

20 menit setelah mulai bermain, mereka sudah mulai tenggelam dalam permainan tersebut. Kejadian traumatis bisa berdampak fatal secara psikologis jika sampai 6 jam ke depan gak ditangani, menurut Profesor Holmes, rumah sakit perlu menerapkan Tetris untuk terapinya.

Selain kecelakaan, Tetris juga bisa mengobati orang yang punya masalah kecanduan.
Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Para peneliti dari Plymouth University dan Queensland University of Technology, Australia, mengatakan bahwa bermain Tetris bisa membantu orang menjauhkan diri dari kecanduan mereka seperti kopi, rokok dan alkohol.

Ia meminta 31 siswa untuk ambil bagian dalam sebuah eksperimen. Para siswa ini dikirimkan pesan singkat sepanjang hari yang mempertanyakan level kecanduan mereka untuk obat-obatan, makanan dan minuman, serta aktivitas seperti olahraga dan seks.

Sejumlah 15 siswa dari mereka juga diberikan sebuah iPod untuk memainkan Tetris untuk melihat apakah akan ada efeknya. Ternyata tingkat keinginan pada kecanduan itu berkurang pada mereka yang diberikan permainan Tetris.

Profesor Jackie Andrade mengatakan bahwa kecanduan itu melibatkan imajinasi melakukan sesuatu yang nikmat lagi, sedangkan Tetris menuntut otak seseorang mengimajinasikan sesuatu yang jelas sehingga mereka gak bisa mengimajinasikan kedua hal tersebut bersamaan.

Ternyata Tetris juga bisa membantu untuk menyembuhkan kondisi yang dikenal sebagai mata malas (lazy eyes), juling atau amblyopia.
Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Sebuah penelitian kecil beberapa tahun lalu menemukan versi adaptasi dari Tetris yang digunakan untuk merawat kondisi kesehatan yang dikenal sebagai mata malas atau amblyopia.

Video tersebut mendorong kedua mata untuk bekerja bersama, yang berlawanan dengan terapi yang diterapkan sebelumnya. Secara konvensional, dokter merekomendasikan menutup mata yang bekerja “bagus” dengan penutup mata untuk membuat mata yang “malas” bekerja lebih keras.

Dokter Robert Hess dari McGill University di Kanada mengatakan bahwa penelitian dilakukan menggunakan kacamata video yang dioptik sehingga mata kanan dan kiri bisa melihat hal berbeda, ini akan membuat kedua mata tersebut “bekerja sama”.

Permainan Tetris Bisa Dijadikan Terapi Beberapa Gangguan Kesehatan

Para peneliti menguji terapi tersebut pada 18 orang dewasa dengan amblyopia. Setengahnya memainkan Tetris biasa dengan salah satu mata ditutup. Sementara setengah lainnya memainkan Tetris yang dimodifikasi dengan kedua mata terbuka.

Pada minggu kedua penelitian, mereka yang menggunakan kedua matanya memiliki perbaikan penglihatan daripada yang matanya ditutup. Ketika mereka yang ditutup matanya diubah menjadi grup dengan tetris modifikasi menggunakan kedua mata terbuka, mereka menunjukkan perkembangan kualitas penglihatan yang drastis.