Mahakarya Trilogi Mass Effect Legendary Edition Dari BioWare

Mahakarya Trilogi Mass Effect Legendary Edition Dari BioWare

Mahakarya Trilogi Mass Effect Legendary Edition Dari BioWare – BioWare adalah sebuah pengembang permainan video asal Kanada yang bermarkas di Edmonton, Alberta, Kanada. Ini didirikan pada Februari 1995 oleh para doktor medikal yang baru lulus Ray Muzyka, Greg Zeschuk, dan Augustine Yip, dan sekarang dimiliki oleh perusahaan Amerika Electronic Arts. Sebagai salah satu developer game terbaik, BioWare memang jago meramu dan membuat banyak game berkualitas dengan jalan cerita berbobot.

Kisah-kisah kepahlawanan yang epik sering kali menjadi plot utama dalam karya besar mereka. Tengok saja banyak game jempolan mereka, macam Dragon Age: Origins, Dragon Age: Inquisition, Jade Empire, Baldur’s Gate, dan serial Star Wars. Semuanya merupakan game kelas atas dengan plot cerita dalam, gameplay keren, grafis jempolan, dan audio memukau. Nah, salah satu game terbaik milik BioWare adalah Mass Effect yang terbagi menjadi tiga seri utama.

Semua serial tersebut mendapatkan review positif meskipun juga ada beberapa kritik. Pada 14 Mei 2021 lalu, BioWare dan Electronic Arts kambali merilis game pamungkas berjudul Mass Effect Legendary Edition sebagai gabungan dari ketiga serial sebelumnya.

1. Kisah lengkap dalam satu balutan yang utuh
[REVIEW] Mass Effect Legendary Edition—Mahakarya bagi Trilogi Terbaik

Tak salah jika BioWare memberikan embel-embel Legendary Edition pada judul game ini. Faktanya, hal tersebut memang merujuk pada kisah legendaris dari ketiga seri utama Mass Effect. Dengan kata lain, Mass Effect Legendary Edition merupakan remastered dari tiga judul utama sebelumnya. Jelas, plot atau jalan cerita utama akan sama persis dengan seri-seri yang pernah dibuat.

Mass Effect sendiri merupakan game yang sangat kental dengan dunia sci-fi. Seolah tak cukup puas dengan luasnya Bumi, pengembang justru membuat keputusan untuk menciptakan game petualangan luar angkasa. Bukan sekadar petualangan biasa, gamer bisa menjelajah antargalaksi dan mendatangi planet-planet asing yang ada. Hebatnya lagi, ada banyak ras dan jenis makhluk asing yang ada dalam game ini.

Sama seperti di seri pertama, pada awalnya, kamu akan menjadi Komandan Shepard yang memiliki banyak tugas untuk mewakili manusia di alam semesta, mulai dari penyelidikan, perekrutan, pelatihan, negosiasi, dan terlibat aktif dalam Dewan Keamanan Alam Semesta. Nah, sialnya, ada satu sosok hebat—sesama komandan keamanan—yang merencanakan kejahatan di alam semesta.

Tentunya bukan tugas mudah bagi Shepard untuk melakukan investigasi dan menangkap sang antagonis. Kelompok Shepard akan bertualang mencari petunjuk di sebagian penjuru alam semesta. Dimulai dari sini, kamu akan terlibat secara intens dan mungkin akan menghabiskan sebagian besar waktumu untuk menjelajahi satu planet ke planet lainnya. Saking masifnya, Mass Effect Legendary Edition dianggap bukan sekadar role-playing game (RPG) biasa.

Oh, ya, interaksi antara pemain dengan karakter-karakter lainnya juga sangat dalam dan luas. Ada banyak sekali jenis ras alien atau makhluk asing yang ada di berbagai penjuru alam semesta. Uniknya, semuanya punya karakteristik masing-masing. Jika kamu menyukai kisah fiksi ilmiah dan suka membayangkan bagaimana asyiknya keliling alam semesta, game yang satu ini bakal membuatmu begadang sampai lupa waktu.

2. Gameplay tetap mengasyikkan
[REVIEW] Mass Effect Legendary Edition—Mahakarya bagi Trilogi Terbaik

Meskipun ada sedikit tambahan dan modifikasi, gameplay pada Mass Effect Legendary Edition tetaplah mengasyikkan. Kamu tetap mengendalikan karakter Shepard dari belakang punggungnya. Jika dalam kondisi battle, karakter bisa digerakkan dalam posisi cover atau berlindung. Penggunaan senjata dan item juga mirip dengan serial sebelumnya.

Yang harus diperhitungkan justru saat kita akan mengendalikan kendaraan rover di permukaan planet. Jika belum terbiasa, kita dapat dengan mudah menghancurkan rover tersebut. Namun, mengendarai rover di atas permukaan planet yang gersang justru bisa memberikan kenikmatan tersendiri.

Pada intinya, pemain tetap akan ditugaskan untuk merekrut, menyelidiki, dan menyelesaikan misi utama. Jika ingin bersenang-senang sekaligus mendapatkan jawaban tentang alam semesta, kamu bisa menyelesaikan misi sampingan yang gak membosankan. Oh, ya, merakit senjata, armor, dan kemampuan individu juga wajib dikuasai karena itu berkaitan dengan kemampuan menyerang atau bertahan.

Secara umum, BioWare masih mempertahankan kualitas gameplay-nya yang lama meskipun tetap ada sedikit modifikasi supaya makin memudahkan. Baik pemain lama maupun baru, adaptasi tidak perlu dilakukan secara dalam. Dengan kata lain, kamu akan dengan cepat menikmati gameplay yang ada tanpa usaha yang berlebihan.

3. Grafis tidak mengagumkan, tapi masih layak untuk memanjakan mata
[REVIEW] Mass Effect Legendary Edition—Mahakarya bagi Trilogi Terbaik

Wajar jika grafis dalam game ini tidak tampil wah ala banyak RPG kekinian. Pasalnya, kali ini, BioWare memang mengambil dan mengaplikasikan banyak game sebelumnya menjadi satu judul. Namun, bukan berarti grafisnya buruk. Secara keseluruhan, grafis pada Mass Effect Legendary Edition masih layak untuk dikategorikan memanjakan mata.

Apalagi, pengembang memang meningkatkan sedikit kualitas visual karena karyanya ini dimainkan untuk PS4, Xbox One, dan tentu saja PC. Peningkatan visual akan tampak pada wajah karakter, detail lingkungan, dan atmosfer alam semesta dalam banyak potongan adegan. Jangan lupa, pengembang juga memasukkan beberapa DLC (konten tambahan) dengan grafis yang disesuaikan pada kemampuan konsol Xbox One dan PS4.

4. Audio tetap kental dengan tema sci-fi
[REVIEW] Mass Effect Legendary Edition—Mahakarya bagi Trilogi Terbaik

Sejak dulu, BioWare memang gak pernah tanggung jika menyematkan kualitas audio pada tiap game yang mereka buat. Biasanya, mereka punya karakter kuat dan fokus dalam hal suara dari masing-masing tokoh. Kalau sekilas melihat bagaimana kerennya pengisi suara dalam Dragon Age: Origins dan Dragon Age: Inquisition, hal yang sama juga diterapkan dalam RPG kali ini.

Mungkin awalnya, audio terdengar agak kaku, terutama di beberapa sesi percakapan pada Mass Effect 1. Namun, kualitas audio makin membaik dan semuanya dipenuhi dengan tema sci-fi yang sangat kental. Cara mereka meramu percakapan antara ras alien dan bangsa manusia juga dinilai unik dan lepas. Percakapan tetap menggunakan bahasa Inggris dan kadang ada bahasa khusus dari ras alien lainnya.

Untuk musiknya, aura fiksi ilmiah era 1990-an justru lebih terasa dan terdengar layaknya gabungan musikal retro dan tekno modern. Namun, di situlah asyiknya. Kisah peperangan luar angkasa tidak melulu wajib mengimplementasikan musik metal layaknya DOOM Eternal atau audio mendebarkan seperti dalam semesta Gears of War.

5. Sudah mencapai target ekspektasi dari penggemar
[REVIEW] Mass Effect Legendary Edition—Mahakarya bagi Trilogi Terbaik

Ketiadaan sistem cover manual dalam game Mass Effect bagian pertama mungkin penulis anggap sebagai salah satu kekurangan dalam game ini. Di sisi lain, peningkatan visual (grafis) yang tidak begitu signifikan akan menjadi poin untuk menjatuhkan game third-person shooter ini. Namun, tetap saja, penulis dibuat takjub dan betah memainkan Mass Effect Legendary Edition dalam waktu yang lama.

Satu lagi, dibutuhkan waktu sekitar 130 jam jika ingin memainkan seluruh konten dalam game ini, termasuk beberapa DLC-nya. Kamu bisa memainkannya dengan cara mencicil selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Jalan ceritanya cukup mudah diikuti dan linear dari awal hingga akhir. So, apakah Mass Effect Legendary Edition bisa dijadikan koleksi berharga bagi penggemar sci-fi?

BioWare memberi kesempatan untuk berkarya pada properti intelektual populer lain, Star Wars, saat LucasArts mengambilnya pada permulaan milenium. Star Wars: Knights of the Old Republic mula-mula dirilis dalam konsol permainan video Xbox milik Microsoft pada 2003.

Meskipun bukanlah permainan konsol pertama BioWare, ini membantu studio tersebut memasuki pasar konsol sejak Microsoft Game Studios ingin bermitra dengan mereka pada produk-produk khusus konsol, seperti Jade Empire (2005) dan Mass Effect (2007).